6:26:00 PM
No comments
![]() |
| Atjeh Flag | Photo: AtjehCyber |
Sebagian besar Rakyat Aceh merasa bangga sejak beberapa tahun yang lalu
karena Bendera Nanggroe-nya telah diakui oleh "PBB" Dunia Maya, siapa
lagi kalau bukan Google, Inc. Waktu itu, sekitar tahun 2013 banyak media
online lokal yang memberitakan bahwa Goole telah mengakui Bintang Bulan
(BB) sebagai Bendera Aceh.
Hal tersebut memang benar adanya. Saat itu pada laman depan mesin
pencari dari Perusahaan Internet terbesar di Dunia itu, ketika diketik "Key Word"
(Kata Kunci) Aceh atau Atjeh, maka Google akan langsung menempatkan
Bendera BB berdampingan dengan Peta Wilayah Aceh di sudut paling atas
dari hasil pencariannya, sebagaimana terlihat dalam Foto hasil print
layar di atas yang banyak beredar waktu itu.
Namun, baru saja muncul ide dari Adly Jay Lanie selaku Pimpinan GooleRampoe.com sesaat
setelah sakit giginya mereda untuk menguji eksistensi Bendera yang
sangat kontroversial tersebut di Jagat Maya. Dari hasil pencarian yang
coba dilakukannya hari ini, Sabtu (14/05/2016) hasilnya sungguh
mengejutkan. Bendera kebesaran yang pernah dipakai GAM untuk menekan
Pemerintah RI itu kini raib entah kemana dari halaman utama Google,
seperti yang tampak dalam Foto hasil print layar berikut ini.

Meski demikian, GooleRampoe.com tetap tidak berhenti sampai disitu. Pencarian terus dilakukan dengan bergonta-ganti pola, seperti merubah key word dari Atjeh menjadi Aceh, serta merubah jenis mesin pencari dari google.co.id ke google.com, tapi hasilnya tetap nihil.
Merubah jenis mesin pencari dari google.co.id ke google.com kami lakukan dengan alasan (pra-duga) --mana tau-- Pihak google.co.id yang
bermarkas di Indonesia mendapat intervensi dari Pemerintah Indonesia
yang sebagaimana diketahui, sampai saat ini belum juga merestui Bendera
BB itu untuk dikibarkan di Aceh, karena masih menganggapnya sebagai
Bendera Separatis.
Ternyata semua praduga itu tidak benar. Google.com yang bermaskan di USA
pun tidak lagi bersedia menampilkannya di halaman depan mereka. Ada
apa? Sampai saat ini belum diketahui penyebabnya.
Mungkin akan banyak masyarakat Aceh yang kecewa terhadap kebijakan
Google kali ini, meski hal tersebut belum tentu disengaja, karena
sebagaimana diketahui bahwa setiap saat Pihak Google selalu melakukan
pembaharuan terhadap Algoritma-nya guna meningkatkan performa dari Mesin Pencari-nya tersebut.
Namun terlepas dari apapun alasan pihak Google itu, Rakyat Tanah Rencong
tentu sangat berharap agar mereka segera memperbaiki "bugs" tersebut,
sehingga Bendera itu kembali "Berkibar" pada tempat biasanya. "Ka han
jeuet tapeu-ek di donya nyata, han pue laen beu ji-ek meu bak donya
maya" (Kalau sudah tidak bisa dikibarkan di dunyia nyata, setidaknya
biarlah ia berkibar di dunia maya), mungkin itu adalah satu ungkapan
yang paling logis untuk menggambarkan kekecewaan dari mayoritas
pendukung Bendera tersebut.
Mungkin anda bertanya kenapa kami berani menyimpulkan bahwa "insiden"
tidak munculnya lagi bendera BB tersebut bukanlah bentuk kesengajaan
google tapi hanya kesalahan pemograman (bugs) dari mesin pencari itu?
Mungkin
hanya ini jawaban yang bisa kami berikan, setidaknya untuk saat ini.
Karena setelah kami teliti ulang ternyata Bendera tersebut tidak
benar-benar hilang, tapi masih terpampang megah di sumbernya, yakni di
situs https://id.wikipedia.org/wiki/Aceh (Versi Bahasa Indonesia) atau di https://en.wikipedia.org/wiki/Aceh (English Version), seperti yang tampak dalam Foto hasil print layar dibawah ini.

Jadi, jika anda peduli dan ingin Bendera itu tampil kembali di halaman
utama google seperti semula, silahkan ikut membantu melaporkannya kepada
pihak Google, Inc untuk segera diperbaiki bugs-nya, mana tau berhasil.[]
